Selasa, 24 Februari 2009

maafkan aku ...!!!



Bagi kebanyakan orang memaafkan adalah tindakan yang paling sulit. Padahal, hal itu sangat penting untuk kelangsungan hidup. Selama kita tidak bisa memaafkan orang lain, kita akan terus terjebak dalam kebencian dan dendam, kemudian sederet penyakit pun berdatangan. Apa saja keuntungan memaafkan, ini dia beberapa faktanya:
  1. Memaafkan baik untuk ketenangan pikiran. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa orang yang banyak memaafkan, porsi marahnya akan sedikit. Seorang pemaaf memiliki ketenangan jiwa yang tinggi dan tingkat depresi yang rendah.
  2. Memaafkan baik untuk kesehatan tubuh. Orang yang banyak memaafkan memiliki kesehatan yang lebih baik daripada orang yang menyalahkan orang lain.
  3. Memaafkan adalah sebuah proses yang membutuhkan waktu dan kesabaran yang tinggi. Ketika kita memaafkan, sesungguhnya kita melakukannya untuk diri kita sendiri, bukan orang lain.
  4. Memaafkan bukan berarti menyetujui perilaku yang dilakukan orang yang berbuat kesalahan, tapi lebih kepada melihat kunci permasalahan yang terjadi terhadap diri Anda. Intinya intropeksi.
  5. Kesalahan yang terjadi tidak selamanya bernilai negatif. Dengan melihat permasalahan dari sudut yang positif akan tampak bahwa segala kesalahan bisa membawa hikmah yang positif untuk hidup.
  6. Memaafkan adalah suatu pilihan. Memilih untuk terus membawa rasa kesal yang membebani atau ingin meringankan diri dari perasaan tersebut dengan memaafkan.
Memaafkan punya hubungan yang sangat kuat dengan tekanan darah. Saat beban itu terpendam, otot akan menegang, kepala berdenyut, leher dan punggung serasa membeku, pencernaan terganggun keringat berlebihan, jantung tak berfungsi baik, nafas tersengal-sengal, dan setelah ini apalagi yang mungkin dihadapi, penyakit kronis seperti kanker pun tak segan menghampiri. Jadi, jangan biarkan pintu maaf Anda tertutup untuk orang lain, termasuk diri Anda sendiri.
Jadikan memaafkan sebagai kebiasaan. Dan, jangan sekedar diucapkan, tapi juga diniatkan dan dirasakan sensasinya :)

maukah kamu?


Tak heran banyak orang bingung ketika hendak mengungkapkan cinta. Banyak yang berkata, mereka tidak siap mendengar jawaban apa yang mungkin diberikan oleh pihak yang diajak bicara. Ternyata, kebingungan itu cukup beralasan, karena ada begitu banyak alternatif jawaban yang bisa diberikan pada satu pertanyaan sederhana di bawah ini:

“Maukah kamu menjadi pacarku?“

  1. Jawaban menolak: “Tidak.”
  2. Jawaban menolak sopan: “Tidak, terima kasih.”
  3. Jawaban menolak tidak sopan: “Jelas tidak, lah!”
  4. Jawaban menolak baik-baik: “Aduh, kamu baik sekali. Tapi… sepertinya lebih baik kita berteman saja.”
  5. Jawaban menolak dengan alasan kuat: “Tidak. Aku sudah punya pacar.”
  6. Jawaban menolak dengan alasan kuat, disampaikan dengan kasar. “Tidak. Aku benci kamu.”
  7. Jawaban menolak dengan amarah, disertai sentuhan fisik: “Kamu kira aku murahan?” (*samar-samar terdengar suara pipi ditampar*)
  8. Jawaban menolak dengan alasan lain: “Sepertinya kita baru saja kenal, aku masih butuh waktu untuk mengenalmu lebih baik lagi.”
  9. Jawaban menolak dengan berbelit-belit. “Bukannya aku tidak mau, sih, tapi… maksudku, kamu memang baik, selama ini kamu perhatian padaku. Dan aku merasa nyaman bersamamu. Tetapi, meskipun begitu, demi kebaikan kita berdua, rasanya lebih baik kita berteman saja.”
  10. Jawaban bersedia antusias: “Ya ampun! Kupikir kamu tidak akan pernah bertanya! Tentu aku mau!”
  11. Jawaban bersedia berlebihan: “OH MY GOD? Sumpah loooh? Nggak becanda, kan? Ya ampun! Tuhan! Gila, ya mau, laaaah!”
  12. Jawaban bersedia: “Baiklah.”
  13. Jawaban bersedia sopan: “Baik, aku mau. Terima kasih karena sudah bertanya.”
  14. Jawaban bersedia kurang sopan: “Okelah.”
  15. Jawaban bersedia agak meremehkan: “Boleh.”
  16. Jawaban bersedia bersyarat. “Mau, sih, asalkan…”
  17. Jawaban ambigu menyebalkan: “Menurut looo?”
  18. Jawaban ambigu sopan: “Menurutmu bagaimana?”
  19. Jawaban menggantung: “Gimana, yaaa… “
  20. Jawaban mengalihkan topik pembicaraan: “Lihat! Ada pisang terbang!”
  21. Jawaban hati-hati, penuh antisipasi, mungkin pernah patah hati: “Apakah saat ini kamu sudah punya pacar? Apakah kamu hendak menjadikanku selingkuhan?”
  22. Jawaban menunda: “Beri aku waktu beberapa hari untuk memikirkannya, ya.”
  23. Jawaban asal dan tidak jelas: “Yuk, yah, yuuuk.”
  24. Jawaban waspada dan menuntut detail jelas: “Coba definisikan dulu, menurutmu ‘pacar’ itu apa?”
  25. Jawaban balik bertanya puitis: “Apakah aku mau? Masih perlukah kau pertanyakan semua itu?”
  26. Jawaban penggila Plurk: “(cozy)”
  27. Jawaban antisipatif: “Kalau iya, kenapa? Kalau tidak, kenapa?”
  28. Jawaban menjebak: “Pacar yang keberapa?”
  29. Jawaban lelah: “Sesungguhnya… ah, sudahlah.”
  30. Jawaban meledek: “Hmpfhhhh… “ (terdengar ledakan tawa)
  31. Jawaban berharap: “Apakah ini berarti kita akan menikah?”
  32. Jawaban oportunis: “Apa untungnya bagiku jika menjadi pacarmu?”
  33. Jawaban tersirat: “Selama ini aku menyayangimu. Kamu tahu itu?”
  34. Jawaban memberi harapan kemudian dijatuhkan: “Ah, aku sangat mencintaimu! Dan terima kasih karena kamu memintaku menjadi pacarmu. Tetapi kita tidak bisa bersama.”
  35. Jawaban materialistis: “Kamu punya apa?”

Anda punya alternatif jawaban lain?

—-

Disclaimer: ini adalah postingan yang sangat tidak serius, jadi harap tidak direspon dengan sensitivitas berlebih. Terima kasih.

Sedih


sedih... sedih... sedih... sedih... sedih... sedih... sedih... sedih... sedih... sedih... sedih... sedih... sedih... sedih... sedih... sedih... sedih... sedih... sedih... sedih... sedih... sedih... sedih... sedih...

sedih tatkala kita ga dianggap penting sama sekali oleh orang terdekat kita. sedih bila kita hanya dipandang sebelah mata.
memang kita bukanlah siapa2. kita hanyalah kumpulan orang yang suka berbuat onar. becanda berlebihan. ga mikir dulu sebelum ngomong.
tapi jujur, tidak ada maksud apa-apa di dalamnya. kita hanya bercanda. kita mengira dia sudah mengenal kita dengan baik. kita mengira, kita sudah mengenal dia dengan baik. ternyata salah.
mungkin kondisi orang yang sedang mendengarnya tidak dalam kondisi siap menerima itu. lagi sensi. oke gapapa. memang itu salah kita.
tapi kalau kemudian kita dilupakan. dianggap bukan apa-apa. nggak penting. hiks. sedih.
apakah tidak ada artinya kita bertemu setiap hari kerja, delapan jam menghabiskan waktu di ruangan yang sama? apakah itu tidak berarti apa-apa sehingga dia lebih mementingkan orang lain?
ataukah karena kita hanyalah kumpulan orang-orang bodoh belaka?
ah, sedih.
tapi tak apalah, kita terbiasa menjadi orang tersisih. nggak punya arti apa-apa.
dan memang, kita bukanlah kumpulan orang-orang penting. kita hanya orang penting untuk diri kita sendiri.

Senin, 23 Februari 2009

Empat Mata SBY-JK

PILPRES 2009
Empat Mata SBY-JK

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono akhirnya tampil di podium Garuda pada tanggal yang sudah ditetapkan, 9 November 2006, dan berujar, ”Dalam manajemen pemerintahan, saya yang paling bertanggung jawab atas efektif atau tidaknya manajemen pemerintahan itu.”

Pernyataan tersebut dikemukakan Presiden Yudhoyono untuk mengakhiri polemik antara pendukung Partai Demokrat dan Partai Golongan Karya terkait pembentukan Unit Kerja Presiden untuk Pengelolaan Program dan Reformasi (UKP3R). UKP3R dibentuk dengan Keputusan Presiden Nomor 16 Tahun 2006 tertanggal 29 September 2006.

Sebelum penegasan itu, ada dua pertemuan empat mata antara Presiden dan Wapres Jusuf Kalla di ruang kerja Presiden. Pertemuan empat mata pertama (3/11/2006) diakhiri dengan berkendara mobil golf berkeliling mengelilingi Istana Kepresidenan. Presiden memegang kendali, Wapres menumpang. Sebuah simbol yang mengena.

Seperti pertemuan empat mata sebelumnya, tidak pernah ada keterangan resmi tentang pertemuan itu. Hanya simbol-simbol yang diperlihatkan.

Pindah Cikeas

Pertemuan empat mata sebelum ini dilakukan di Ruang Kerja Presiden di dalam Kantor Presiden. Ruang Kerja Presiden dipilih sebagai tempat pertemuan karena masalah yang dibahas terkait dengan pekerjaan mereka berdua sebagai Presiden dan Wapres.

Pilihan tempat berbeda dilakukan untuk pertemuan empat mata baru-baru ini. Rumah kediaman pribadi Yudhoyono di Puri Cikeas Indah dipilih sebagai tempat pertemuan. Pilihan pada Cikeas tampaknya merupakan bagian dari upaya Yudhoyono memisahkan tugas kenegaraannya dan tugas kepartaian.

Cikeas juga dipilih sebelumnya sebagai tempat jumpa pers setelah mengemuka angka 2,5 persen untuk Partai Golkar dalam Pemilihan Umum 2009. Angka di akhir Rapat Pimpinan Nasional Partai Demokrat tersebut memunculkan perlawanan dari kader Golkar.

Suasana hubungan yang tidak nyaman dinetralkan Yudhoyono dengan jumpa pers dan menegur Wakil Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrat Ahmad Mubarok. Pertemuan empat mata keduanya diharapkan meredakan ketegangan laten antara Golkar dan Demokrat yang masih harus bersama-sama hingga 20 Oktober 2009.

Ketegangan antara Golkar dan Demokrat dikatakan laten karena memang kerap muncul. Karena dua partai itu menempatkan Yudhoyono dan Kalla sebagai figur sentral, ketegangannya berimbas pada ketegangan Yudhoyono dan Kalla.

Temu empat mata di Cikeas adalah upaya mengelola sejumlah kemungkinan. termasuk kemungkinan untuk kembali bersama.

aku kangen

Jika aku merindukanmu
aku akan menuliskan namamu di sebuah kertas sampai rasa kangen itu terobati...
namamu terus aku tulis sampai tak terasa sudah satu halaman penuh
hanya namamu yang kutulis
kuhabiskan hanya untuk mengeja namamu
di akhir halaman akan kutuliskan satu kalimat
AKU KANGEN...
Saat itulah aku berharap
namaku akan terpatri di hatimu
seperti namamu selalu ada dilubuk hatiku
yang paling dalam

Aku Masih Berharap


Kalau saja aku bisa menyelami samudra hatimu yang terdalam
mungkin aku akan merasakan dinginnya dasar air dihatimu
kebekuan yang menyesakkan dada
menekan disetiap urat saraf
hingga melumpuhkan jantung yang tak lelahnya berdetak

mengapa dirimu terasa semakin jauh dalam keliatan
padahal keindahan yang seharusnya muncul kepermukaan
malah terbenam dan pudar oleh rasa yang tak kumengerti

mungkin selamanya aku tetap bermimpi untuk bisa mencintaimu
apalagi untuk memilikimu sangat mustahil rasanya...

(kata-kata ini kubuat untuk orang yang selalu aku cintai, dari pertama aku jumpa dia sampai sekarang cintaku tak kan pernah pudar, sekarang aku masih tetap berharap, walaupun aku belum mendapatkan jawaban cintaku darinya...) terasa ga sih sedihnya, he...he...he...

SEBUAH RASA : iguf_coma@yahoo.co.id

Minggu, 22 Februari 2009

cintai aku apa adanya





Tiada yang indah selain Rata Tengah... hati mu yang mencintaiku
tiada yang bahagia selain ... wajah mu yang berseri
Mungkin hadir mu memberi arti
bukan karena harta yang berlimpah
bukan karena wajah yang sempurna
atau karena fananya dunia
semua karena Apa AdanyaCinta....
cinta yang lahir tidak sengaja
yang tidak pernah di undang ...
tidak pernah diminta ..
sekali ia datang dia yang meminta kita untuk
memberikan yang terbaik ...
Aku ada bukan karena ada apanya cinta ...
tapi cinta datang karena apa adanya ...
adanya aku ... dan apa ... pada cinta ... ?
selintingan kata mewakili molekul-molekul sayang di hati
bukan kiasan atau hiasan ...
bukan pajangan atau pengumuman ...
tapi ini tanaman ... yang tumbuh ...sedikit demi sedikit ...
menjadi satu buah yang menghasilkan rasa ...
rasa dimana aku dan apa adanya cinta ku
rasa dimana itu tidak pernah layu ....
rasa yang malu untuk di ungkapkan ...
hanya ini aku punya cinta dengan apa adanya
dengan kesederhanaan cinta .. yang membuat aku mudah ...
mudah dapat mencintai engkau selamanya...
selamanya ...
selama kau juga ..punya rasa yang sama ..
sama mempunyai cinta yang sederhana dan sayang yang sempurna ...
karena ini hanya ada di dalam ketulusan hati yang tak dapat aku bagi
tak bisa di beli ...
bahkan tak semua orang akan ku beri ...
karena hanya yang mengerti aku dan apa adanya dengan cinta ini
rasa ... dan bahagia ...
sampai tidak berhadapan mata....

aku malu kepadamu



Tuhan betapa aku malu
Atas semua yang Kau beri
Padahal diriku terlalu sering membuatMU kecewa
Entah mungkin karna ku terlena

Sementara Engkau beri aku kesempatan berulang kali
Agar aku kembali
Dalam fitrahku sebagai manusia
Untuk menghambakanMU

Betapa tak ada apa-apanya aku dihadapanMU
Aku ingin mencintaiMU setulusnya,
Sebenar-benar aku cinta

Dalam do’a
Dalam ucapan
Dalam setiap langkahku
Aku ingin mendekatiMU selamanya

Sehina apapun diriku
Kuberharap untuk bertemu denganMU ya Rabbi

Beri Aku Kesempatan

Kasihku
Beri aku kesempatan
Untuk membuktikan padamu
Betapa aku menginginkanmu

Sayangku
Beri aku waktu
Untuk membuktikan padamu
Betapa aku menyayangimu

Cintaku beri aku sesaat saja
Untuk mencintaimu
Dengan segenap hatiku

aku masih mencintaimu



Gema Suara Malam Tak Terdengar Lagi
Kesunyian Menyelimuti Hati
Redup Derita Menemani
Mengajak Bercumbu Bayang-Bayang Semu

Kerinduan Ini semakin Mencekam
Hampiri Hati KIan MenDerita
Hempaskan Bahagia Yg Tertunda
Oleh Jarak & Waktu

Gelora Jiwa Tak Tertahan Lagi
Biaskan Senyum Di Tengah Tangis
Melangkah Tersendat Di Lorong Hati Yg sunyi
Berhenti, Di tengah Simpang Kebimbangan

Entah Aku Yg Salah Melangkah
Biarlah Waktu Yang Akan Bicara
Namun Yg Tak Pernah KuPungkiri
Aku Masih Mencintaimu...

hidup atau mati

Hidup hanya satu kali. Ya, inilah salah satu hal mengapa kita harus menghargai hidup. Ngomongin hidup ga akan pernah usai. Entah itu berkaitan dengan mimpi sampai hal yang berkaitan dengan khawatir, benci dan cinta. Banyak hal yang bisa di bicarakan mengenai hidup. Itulah sebabnya, kenapa gue suka banget ngomongin hidup. Mungkin merupakan salah satu bagian dari kesombongan bila membicarakan hidup ataupun mendengarkan mengenai hidup orang sekitar kita. Ya, banyak banget yang bisa diomongin. Apalagi mengenai seluk beluk kerumitan hidup.

Ibaratnya, hidup itu seperti puzzle. Ada tujuan akhir. Tapi untuk mencapainya harus menyatukan setiap kepingan yang berbeda-beda itu. Membutuhkan waktu. Ya, begitu juga dengan hidup. BUtuh waktu. Segalanya ada masanya. Entah itu baik atau buruk , tapi itu adalah bagian dari hidup. Setiap kali gue sangat tertarik terlibat dalam pembicaraan mengenai persahabatan, percintaan, ketakutan, kekhawatiran dan hal lainnya mengenai hidup. Dibandingkan membicarakan mengenai bertapa jahatnya dia, bertapa sombongnya dia, bertapa nyebelinnya dia dan lain-lainya alias gosip. Kenapa gue bisa tertarik dalam obrolan ini? Karena melibatkan kehidupan. Dan setiap detik yang dilalui adalah hidup.

Ada hal yang menarik setiap gue ngobrol sama orang-orang yang berbeda. Dari antara mereka, sangat mensyukuri hidup. Bahwa hidup itu harus kita syukuri dengan berbagai hal yang bisa kita terima dan akan setiap keputusan yang terjadi. Hari ini gue terlibat dalam obrolan mengenai hidup dengan teman baik gue, ferinda. Kita membicarakan bahwa memang banyak ketakutan dalam hidup. Tapi hidup itu adalah untuk menyelesaikan tugas. Bahwa Tuhan telah merencanakan hidup untuk kita yang terbaik. Yang bisa kita lakukan adalah menjalaninya.

Kemarin, gue dan Ratna teman gue, juga membicarakan hal yang sama. Mengenai hidup. Kenapa kita harus menghargai hidup? Apakah mudah untuk menghargai hidup? Kita harus hidup karena memang Tuhan telah merencanakan ktia untuk ada dan terlibat didalam dunia ini dan untuk menghargai hidup itu susah. Karena seringkali kita hanya berpikir bahwa kenikmatan kita dalam hidup adalah hal duniawi. Sehingga banyak orang yang terjerumus ke dalam kehidupan yang tidak baik. Bukan mau maksud menghakimi, hanya saja gue berpikir bahwa memang ktia berada di dalam dunia, otomatis kita akan terlibat dalam keduniawian. Tetapi jangan biarkan hal duniawi itu mengontrol hidup kita yang otomatis akan membuat kita menyiakan hidup kita. Sebaiknya hidup kita lah yang menontrol hal duniawi.

Hidup itu rumit, mario Teguh pun berkata hal yang sama. Gue setuju dengan hal itu. Selama gue hidup dalam 365 hari dalam setahun, hanya beberapa hari aja hidup itu terlihat mudah. Sisanya, gue lalui dengan banyak hal yang rumit. entah karena sekitar gue yang membuat rumit atau diri gue sendiri yang merumitkannya. Ya, inilah hidup. Yang terpenting selama ktita hidup, ktia harus mau berjuang untuk kehidupan ini. Tidak hanya dalam perkataan dan pikiran begitu juga dalam perbuatan kita. Sama artinya iman tanpa perbuatan adalah mati. Kalau ga susah, bukan hidup namanya. Alias mati. Karena untuk mati atau mengakhiri kehidupan itu gampang.

Ibaratnya, bangun rumah itu susah. Ribet deh dengan perencanaannya, duitnya, fondasinya dan lain halnya. Tetapi untuk ngancurin rumah itu, gampang banget. Tinggal pake mesin berat terus ancurin. segampang membalikkan telapak tangan.Ta pi apa mau kita mati dengan gampang? MAksud gue menyia-nyiakan hidup kita dengan mengakhirinya melalui kematian yang konyol. Entah dengan bunuh diri ataupun ngedrugs. IT’s not WORTHY! Ya, ga penting banget de.

Buat apa susah hidup, tapi kita dengan gampang mengakhirinya. NO WAY! Jangan sampe itu terjadi deh! RUgi banget. YA penting itu nikmati aja susahnya hidup. KArena setiap hal dari kehidupan itu adalah harta kita. MEngapa gue bisa bilang kayak gini? Karena hidup itu cuma sekali dan berapa banyakpun duit yang lu punya ga bakal bisa beli hidup. Hidup itu berharga. Apalagi di MATA TUHAN. So, meskipun hidup susah mati itu gampang,tapi hidup itu jauh lebih menyenangkan dari pada kematian yang gampang itu!!! jangan sia-siakan kehidupan ya!! ^^

Konteks Kehidupan

Konteks kehidupan adalah cara pandang seorang manusia terhadap masyarakat dan lingkungan dimana dia berada, cara pandang ini dipengaruhi oleh pengalaman manusia tersebut. Secara berkelanjutan konteks kehidupan akan membentuk sebuah nilai dasar kehidupan seseorang, dengan adanya nilai dasar, seorang manusia memiliki kemampuan menghidupkan kehidupannya.

~benar ga sih?... sok tahu~

Bunga

Suatu saat rumput kecil berkata kepada teman-temannya "teman-temanku, alangkah indah menjadi tumbuhan berbunga, jauh lebih tinggi dibandingkan kita, paling mudah mendapatkan hangat sinar matahari dan embun di pagi hari, kumbang-kumbang pun tidak akan melewatkan keindahan mahkota nan indah berwarna cerah. Coba lihat diri kita ini, benar-benar terdesak, hidup berhimpit di antara kebesaran tumbuhan lainnya, tak jarang kehidupan dicabut karena dianggap tanaman pengganggu, air yang kita dapatkan hanya tetesan dari tumbuhan lainnya, sinar matahari hanya redupannya saja. Ingin sekali aku menjadi pohon bunga itu."

"Ya Tuhanku, penguasa alam semesta, tunjukkanlah kuasamu atas diriku, ubahlah diriku menjadi tanaman bunga yang paling tinggi di antara tumbuhan semak lainnya, berikanlah aku perhiasan yang paling indah di antara sesamaku, luluskanlah permintaanku dan aku akan sangat berterimakasih". Dari sebuah malam yang panjang, rumput kecil terbangun dari tidur lelapnya sepanjang malam. Ketika matanya terbuka, alangkah terkejutnya dirinya mendapati
pemandangan di sekelilingnya, biru langit dan hangat sinar matahari menerpa tubuhnya, hamparan keindahan terlihat luas tak berbatas dihembus angin sejuk pagi hari. Terang benderang warna mahkota bunga yang tersemat pada dirinya mengundang kumbang yang datang untuk mengambil nektar lembut yang tersimpan. "Ah, aku adalah sebuah pohon berbunga!!, terima kasih Tuhanku, lihatlah diriku teman-teman kecilku, kalian harus berada di tempat ini satu saat. Seluruh keindahan terlihat di sini. Dunia kalian bukan duniaku. Saat ini aku si Tumbuhan berbunga, sedangkan kalian hanyalah rumput kecil".

Waktu berlalu, si tumbuhan berbunga benar-benar menikmati keberadaan dirinya, hingga pada satu saat, hujan yang disertai angin kencang memusnahkan semua yang dilaluinya, tidak terkecuali si tanaman berbunga. Setelah badai tersebut reda, tubuh si tanaman berbunga luluh-lantak karena terpaan badai tersebut, di ujung sisa hayatnya banyak teman-teman yang bersedih atas kepergian dirinya, mereka menyesalkan keberadaan si tumbuhan berbunga, andai saja ia tetap menjadi si rumput kecil bisa dipastikan keadaannya tidak seperti saat ini. Pada kenyataannya rumput-rumput kecil bisa bertahan lebih baik dibandingkan tumbuhan yang lebih tinggi, akar mereka yang kuat serta daunnya yang kecil menyelamatkannya.

Si tanaman berbunga yang sudah berada di ambang kematian tersenyum, ia sama sekali tidak menyesal menjadi tumbuhan berbunga walaupun pada akhirnya hanya kebinasaan yang didapatnya. Menjadi tumbuhan berbunga memberikan sebuah pengalaman kehidupan yang sangat luar biasa, tidak mungkin didapatkannya jika hanya menjadi rumput kecil yang terhimpit di dasar belukar. "Aku sama sekali tidak menyesal, aku benar-benar berbahagia pada akhir hayatku saat ini, terima kasih atas kemurahan Tuhan penguasa alam semesta, satu saat kalian harus berada di atas sana kawan-kawanku". Si tumbuhan berbunga mati sambil tersenyum.

Entah dimana cerita ini pernah gue baca, kurang lebih intinya seperti di atas, yang jelas ceritanya lebih menarik daripada tulisan yang gue buat sekena'nya :P. Ceritanya bagus & memberikan inspirasi.

Sabtu, 21 Februari 2009

2 Menit saja

Benar-benar panas dan sesak, lampu lalu-lintas baru saja merah, kepul asap kendaraan yang berhenti seperti kabut. Serempak 2 orang anak turun dari pijakan pintu Bus bagian depan, lalu menuju ke pintu bagian belakang, sedangkan 2 anak yang lain tetap berdiri di pintu bagian belakang. 2 menit. Waktu yang cukup untuk lempar canda-tawa ataupun obrolan, kadang terdengar celetukan dengan kata kasar. Asik dengan aktivitasnya dan acuh dengan keadaan sekitar, entah roda truk besar, mobil mewah, tukang buah, penumpang lain, pengemis, benar-benar dunia yang tidak bisa dibohongi. Celingak-celinguk, siapa kiranya yang merubah keadaan sekitar, tiang listrik dan telepon jadi barisan tanaman buah, rumah kabel jadi pohon bunga, asap kendaraan jadi udara segar, kendaraan bermotor jadi binatang yang merumput. Ah itu dia. Apa kamu lihat-lihat ?!, makanya punya sayap!!

Di sebuah tempat makanan cepat saji, produk budaya yang disebut moderen, seorang anak perempuan asik menikmati ayam goreng, segumpal nasi putih dan sekotak kentang goreng. Tak lupa coke. Di hadapannya dua manusia sedang berbicara serius, kadang terdengar suara bentakan dan perdebatan keras antar keduanya. Hup!! tulilah sementara kamu nak, nikmati saja semua makanan itu, walaupun katanya miskin nilai gizi, tapi jauh lebih baik dibandingkan mendengarkan pembicaraan dua manusia di depanmu.

Hidup itu

Bagiku...Terkadang hidup itu seperti garis lurus yang membosankan,
kita lah yang harus merubahnya menjadi indah agar hidup kita tidak menoton.
rubah rutinitas hari-hari kita menjadi menjadi lebih bermanfaat.
agar hidup yang kita jalani tidak terlewatkan dan sia-sia begitu saja...

APA KOMENTAR KAMU

:)) :)] ;)) ;;) :D ;) :p :(( :) :( :X =(( :-o :-/ :-* :| 8-} ~x( :-t b-( :-L x( =))

CARI BERITA

Cari Berita

Berdasarkan Kata Kunci
Kategori
Tanggal Upload
Semua
-
iguf_coma@yahoo.co.id © 2008 Template by:
iguf-coma