Senin, 23 Februari 2009

Empat Mata SBY-JK

PILPRES 2009
Empat Mata SBY-JK

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono akhirnya tampil di podium Garuda pada tanggal yang sudah ditetapkan, 9 November 2006, dan berujar, ”Dalam manajemen pemerintahan, saya yang paling bertanggung jawab atas efektif atau tidaknya manajemen pemerintahan itu.”

Pernyataan tersebut dikemukakan Presiden Yudhoyono untuk mengakhiri polemik antara pendukung Partai Demokrat dan Partai Golongan Karya terkait pembentukan Unit Kerja Presiden untuk Pengelolaan Program dan Reformasi (UKP3R). UKP3R dibentuk dengan Keputusan Presiden Nomor 16 Tahun 2006 tertanggal 29 September 2006.

Sebelum penegasan itu, ada dua pertemuan empat mata antara Presiden dan Wapres Jusuf Kalla di ruang kerja Presiden. Pertemuan empat mata pertama (3/11/2006) diakhiri dengan berkendara mobil golf berkeliling mengelilingi Istana Kepresidenan. Presiden memegang kendali, Wapres menumpang. Sebuah simbol yang mengena.

Seperti pertemuan empat mata sebelumnya, tidak pernah ada keterangan resmi tentang pertemuan itu. Hanya simbol-simbol yang diperlihatkan.

Pindah Cikeas

Pertemuan empat mata sebelum ini dilakukan di Ruang Kerja Presiden di dalam Kantor Presiden. Ruang Kerja Presiden dipilih sebagai tempat pertemuan karena masalah yang dibahas terkait dengan pekerjaan mereka berdua sebagai Presiden dan Wapres.

Pilihan tempat berbeda dilakukan untuk pertemuan empat mata baru-baru ini. Rumah kediaman pribadi Yudhoyono di Puri Cikeas Indah dipilih sebagai tempat pertemuan. Pilihan pada Cikeas tampaknya merupakan bagian dari upaya Yudhoyono memisahkan tugas kenegaraannya dan tugas kepartaian.

Cikeas juga dipilih sebelumnya sebagai tempat jumpa pers setelah mengemuka angka 2,5 persen untuk Partai Golkar dalam Pemilihan Umum 2009. Angka di akhir Rapat Pimpinan Nasional Partai Demokrat tersebut memunculkan perlawanan dari kader Golkar.

Suasana hubungan yang tidak nyaman dinetralkan Yudhoyono dengan jumpa pers dan menegur Wakil Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrat Ahmad Mubarok. Pertemuan empat mata keduanya diharapkan meredakan ketegangan laten antara Golkar dan Demokrat yang masih harus bersama-sama hingga 20 Oktober 2009.

Ketegangan antara Golkar dan Demokrat dikatakan laten karena memang kerap muncul. Karena dua partai itu menempatkan Yudhoyono dan Kalla sebagai figur sentral, ketegangannya berimbas pada ketegangan Yudhoyono dan Kalla.

Temu empat mata di Cikeas adalah upaya mengelola sejumlah kemungkinan. termasuk kemungkinan untuk kembali bersama.

0 komentar:

Posting Komentar

APA KOMENTAR KAMU

:)) :)] ;)) ;;) :D ;) :p :(( :) :( :X =(( :-o :-/ :-* :| 8-} ~x( :-t b-( :-L x( =))

CARI BERITA

Cari Berita

Berdasarkan Kata Kunci
Kategori
Tanggal Upload
Semua
-
iguf_coma@yahoo.co.id © 2008 Template by:
iguf-coma